Selasa, 15 Oktober 2024

Kabut di Ancala

 



Ketika kabut mulai turun

Kian keras rindu terbantun

Sedih terasa mengangkis

Di dataran sendang, awan menahan gerimis.


Ada ragu antara rumput dan ilalang

Menyongsong kekasih atau menjemput dendam

Aku tersadar lengkung horison semakin samar

Jarak kita laksana ujung palka yang timbul tenggelam.



Sejauh nayanika memandang

Hamparan putih yang kudapatkan

Tak ada bayangmu di sana

Saat sandhya surya perlahan sirna


Kucumbu rindu di antara pekat halimun

Dalam pekat yang menusuk sayup malam

Yang tersisa hanya kegelapan

Dahan-dahan di hati mulai melebam


Hanya tersisa senja yang suram

Meski namamu tak luput dari ingatan

Tertanam di sudut atma

Karena rindu yang telah membentala


Seulas senyumu mengkail lara

Membawa terbang dalam kegelapan

Dalam balutan kabut rindu mendalam

Sunyi hati perlahan menyapa

Embusan bayu memberi warna

;Cinta


Sendang dengan segala kenangan.



Topan Arf

Penampihan, 2 September 2024

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...