Ketika kabut mulai turun
Kian keras rindu terbantun
Sedih terasa mengangkis
Di dataran sendang, awan menahan gerimis.
Ada ragu antara rumput dan ilalang
Menyongsong kekasih atau menjemput dendam
Aku tersadar lengkung horison semakin samar
Jarak kita laksana ujung palka yang timbul tenggelam.
Sejauh nayanika memandang
Hamparan putih yang kudapatkan
Tak ada bayangmu di sana
Saat sandhya surya perlahan sirna
Kucumbu rindu di antara pekat halimun
Dalam pekat yang menusuk sayup malam
Yang tersisa hanya kegelapan
Dahan-dahan di hati mulai melebam
Hanya tersisa senja yang suram
Meski namamu tak luput dari ingatan
Tertanam di sudut atma
Karena rindu yang telah membentala
Seulas senyumu mengkail lara
Membawa terbang dalam kegelapan
Dalam balutan kabut rindu mendalam
Sunyi hati perlahan menyapa
Embusan bayu memberi warna
;Cinta
Sendang dengan segala kenangan.
Topan Arf
Penampihan, 2 September 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar