OLEH : ZRGEMA
Aku menghitung hari
bukan dengan kalender—
melainkan dengan detak yang menganga,
dan senyap yang terasa semakin tua.
Setiap pagi,
kutemukan namamu mengendap
di dasar cangkir kopi yang tak pernah habis.
Dan di malam-malam panjang,
kau datang dalam bentuk angin
yang membuka jendela kenang
dengan gemetar yang samar tapi setia.
Aku menunggu.
Seperti hujan menunggu langit basah,
seperti pelabuhan
yang tak pernah lelah memandang laut
yang mungkin tak membawa kapal pulang.
Ada luka yang kupeluk diam-diam,
sebab berharapmu
adalah cara paling pelan
untuk membiarkan diri terluka—
namun juga satu-satunya alasan
aku masih bisa menyambut pagi
tanpa kehilangan nyala dalam dada.
Kau adalah jarak
yang kuucap dalam doa.
Bukan agar kau sirna,
melainkan agar aku diberi sabar
untuk tetap mencintaimu
tanpa harus selalu menggenggammu.
Dan bila nanti kau datang,
meski langkahmu terlambat dari segala janji,
aku akan tetap di sini,
masih dengan mata yang mencari siluetmu
di balik ribuan bayang yang pernah pergi.
1 Agustus 2025
2 komentar:
Kalau Kubaca Lagi Ternyata Sakit ya😅
🥰🥰 keren kok
Posting Komentar