Senin, 04 Agustus 2025

AKU TULIS PAMPLET INI


‎Pejambon, Jakarta 27 April 1978

‎W.S. RENDRA

‎Aku tulis pamplet ini

‎karena lembaga pendapat umum

‎ditutupi jaring labah-labah

‎Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,

‎dan ungkapan diri ditekan

‎menjadi pengiyaan

‎Apa yang terpegang hari ini

‎bisa luput besok pagi

‎Ketidakpastian merajalela.

‎Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki

‎menjadi marabahaya

‎menjadi isi kebon binatang

‎Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi,

‎maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam

‎Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.

‎Tidak mengandung perdebatan

‎Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan

‎Aku tulis pamplet ini

‎karena pamplet bukan tabu bagi penyair

‎Aku inginkan merpati pos.

‎Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku

‎Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.

‎Aku tidak melihat alasan

‎kenapa harus diam tertekan dan termangu.

‎Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar.

‎Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.

‎Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ?

‎Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan.

‎Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.

‎Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api.

‎Rembulan memberi mimpi pada dendam.

‎Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah

‎yang teronggok bagai sampah

‎Kegamangan. Kecurigaan.

‎Ketakutan.

‎Kelesuan.

‎Aku tulis pamplet ini

‎karena kawan dan lawan adalah saudara

‎Di dalam alam masih ada cahaya.

‎Matahari yang tenggelam diganti rembulan.

‎Lalu besok pagi pasti terbit kembali.

‎Dan di dalam air lumpur kehidupan,

‎aku melihat bagai terkaca :

‎ternyata kita, toh, manusia !

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...