Senin, 04 Agustus 2025

SAJAK BULAN MEI 998 Di INDONESIA

 ‎


‎DPR 18 Mei 1998

‎W.S. RENDRA

‎Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja

‎Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan

‎Amarah merajalela tanpa alamat

‎Kelakuan muncul dari sampah kehidupan

‎Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

‎O, zaman edan!

‎O, malam kelam pikiran insan!

‎Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan

‎Kitab undang-undang tergeletak di selokan

‎Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan

‎O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!

‎O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!

‎Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa

‎Allah selalu mengingatkan

‎bahwa hukum harus lebih tinggi

‎dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara

‎O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan!

‎O, rasa putus asa yang terbentur sangkur!

‎Berhentilah mencari Ratu Adil!

‎Ratu Adil itu tidak ada. Ratu Adil itu tipu daya!

‎Apa yang harus kita tegakkan bersama

‎adalah Hukum Adil

‎Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara

‎Bau anyir darah yang kini memenuhi udara

‎menjadi saksi yang akan berkata:

‎Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat

‎apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa

‎apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan

‎maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa

‎lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya

‎Wahai, penguasa dunia yang fana!

‎Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta!

‎Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?

‎Apakah masih akan menipu diri sendiri?

‎Apabila saran akal sehat kamu remehkan

‎berarti pintu untuk pikiran-pikiran kalap

‎yang akan muncul dari sudut-sudut gelap

‎telah kamu bukakan!

‎Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi

‎Airmata mengalir dari sajakku ini.

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...