Senin, 04 Agustus 2025

WIJI THUKUL, PENCULIKMU BUTUH PENGADILAN

 

Karya, Norman Adi Satria


WIJI

Kulihat pengadilan beberapa tahun belakangan makin sibuk

Mulai dari mengurusi

Penguntil

Penipu

Perampok

Begal

Sengketa warisan

Artis yang sebentar kawin sebentar cerai

Hingga mengurusi ketua KPK yang dituduh dalang pembunuhan

Korupsi sapi

Korupsi gedung

Korupsi dana haji

Korupsi kitab suci

Korupsi eKTP

Dan segala korupsi nyeleneh

Yang membuat kita sadar bahwa pejabat makin lama makin kreatif sekaligus edan dalam mengembat duit rakyat


Aku masih percaya, WIJI

Hukum rimba hanya berlaku dirimba dan pengadilan tetaplah tempat yang tepat untuk mencari keadilan

Setidakadil apapun keputusannya

Hakim tetaplah agung

Meskipun beberapa dari mereka ternyata tergiur juga pada duit sogok

Dan sebagian lagi tak punya nyali memutuskan perkara dengan hati nurani

Tatkala didesak massa yang nyaris anarki


WIJI

Pada kenyataannya

Penjara itu bukan cuma tempatnya para bandit

Tapi juga orang orang baik yang kekurangan daya untuk membuktikan kebenaran

Dan bukankah kita sama sama tahu

Bagi beberapa kaum elit

Penjara adalah tempatnya buang sial dan pengembali nama baik


Begitulah, WIJI

Keadilan di negeri kita masih bisa dibeli masih berkawan karib dengan kompromi


Benar kata MUNIR

Penculikmu butuh pengadilan!


Tapi apakah penegak keadilan merasa perlu menyingkap kasusmu?

Jika merasa perlu

Pertanyaan selanjutnya adalah

BERANIKAH MEREKA?

Jika tidak berani

Apa yang membuat mereka takut?

Ya, apa yang membuat mereka takut?

APA?

SIAPA?

Tidak ada komentar:

RAMADHAN TANPA IBU

Aku memendamnya hingga hari-hari penuh berkah datang Semesta seakan berbisik agar hati menjadi lebih lapang Mencium aroma kurma yang menggod...