Karya, Norman Adi Satria
WIJI
Kulihat pengadilan beberapa tahun belakangan makin sibuk
Mulai dari mengurusi
Penguntil
Penipu
Perampok
Begal
Sengketa warisan
Artis yang sebentar kawin sebentar cerai
Hingga mengurusi ketua KPK yang dituduh dalang pembunuhan
Korupsi sapi
Korupsi gedung
Korupsi dana haji
Korupsi kitab suci
Korupsi eKTP
Dan segala korupsi nyeleneh
Yang membuat kita sadar bahwa pejabat makin lama makin kreatif sekaligus edan dalam mengembat duit rakyat
Aku masih percaya, WIJI
Hukum rimba hanya berlaku dirimba dan pengadilan tetaplah tempat yang tepat untuk mencari keadilan
Setidakadil apapun keputusannya
Hakim tetaplah agung
Meskipun beberapa dari mereka ternyata tergiur juga pada duit sogok
Dan sebagian lagi tak punya nyali memutuskan perkara dengan hati nurani
Tatkala didesak massa yang nyaris anarki
WIJI
Pada kenyataannya
Penjara itu bukan cuma tempatnya para bandit
Tapi juga orang orang baik yang kekurangan daya untuk membuktikan kebenaran
Dan bukankah kita sama sama tahu
Bagi beberapa kaum elit
Penjara adalah tempatnya buang sial dan pengembali nama baik
Begitulah, WIJI
Keadilan di negeri kita masih bisa dibeli masih berkawan karib dengan kompromi
Benar kata MUNIR
Penculikmu butuh pengadilan!
Tapi apakah penegak keadilan merasa perlu menyingkap kasusmu?
Jika merasa perlu
Pertanyaan selanjutnya adalah
BERANIKAH MEREKA?
Jika tidak berani
Apa yang membuat mereka takut?
Ya, apa yang membuat mereka takut?
APA?
SIAPA?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar